Site icon BeritaJunior.com

David Villa dan Kisah Kegagalannya Gabung Arsenal Tahun 2013 Silam

Eks striker Timnas Spanyol David Villa mengungkapkan bahwa setelah meninggalkan Barcelona ia sempat nyaris pindah ke Arsenal pada tahun 2013 silam.

Villa merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki oleh Spanyol. Namanya mulai tenar setelah ia memperkuat Valencia sejak tahun 2005 silam.

Pada tahun 2010, ia pindah ke Barcelona. Namun ia hanya bertahan selama tiga musim saja di Camp Nou meski awalnya dikontrak selama empat tahun.

Pada Juli 2013, Barcelona sepakat melepasnya ke Atletico Madrid. Saat itu ia dilepas dengan murah, hanya sekitar lima juta euro saja.

Padahal saat dibeli dari Valencia, harganya sekitar delapan kali lebih mahal. Saat itu ia diboyong ke Camp Nou dengan bandrol 40 juta euro.

Dan ternyata sebelum bergabung dengan Atletico Madrid, David Villa nyaris gabung dengan Arsenal. Bahkan Villa mengaku ia merasa transfernya ke klub London tersebut nyaris tuntas sebelum akhirnya ia dihubungi oleh Los Rojiblancos.

“Kami mengadakan banyak pertemuan dan banyak panggilan. Saya merasa 90% pada saat itu bahwa saya [akan] pergi ke Arsenal dan Arsene Wenger,” ungkapnya pada BBC Sport.

“Tetapi pada saat itu kami tidak mencapai kesepakatan. Atletico Madrid tiba dan dalam tiga atau empat hari semuanya telah menemui kepastian,” bebernya.

Meski gagal memperkuat Arsenal, akan tetapi David Villa mengaku tidak menyesal. Terlebih bersama Atletico Madrid, ia mampu meraih gelar juara La Liga.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika saya menandatangani kontrak dengan Arsenal. Saya sangat senang saya menandatangani kontrak dengan Atletico Madrid,” tegasnya.

“Bukan hanya karena memenangkan liga tetapi untuk segalanya. Saya sangat senang telah membuat pilihan itu,” seru Villa.

Arsenal bukan satu-satunya klub Premier League yang dikaitkan dengan David Villa. Ia sempat disebut diminati oleh Liverpool dan Chelsea.

Villa mengaku ia sebenarnya sangat cinta Premier League dan punya beberapa kesempatan untuk pindah ke Inggris. Namun pada akhirnya ia selalu membuat pilihan yang bertolak belakang dan ia sendiri tak mengerti apa alasannya melakukan hal tersebut.

“Saya cinta Premier League. Dalam karir saya, saya selalu menonton banyak pertandingan di Premier League,” seru Villa.

“Saya selalu berpikir untuk pergi ke sana suatu saat, tetapi pada saat semua tawaran ini datang kepada saya atau ke agen saya, saya membuat keputusan lain. Mengapa? Saya tidak tahu.”

“Sering kali saya berkesempatan pergi ke sana, tetapi saya memilih jalan lain,” akunya.

David Villa sendiri cuma bertahan selama semusim di Atletico Madrid. Ia kemudian pindah ke New York City dan kemudian pindah ke Vissel Kobe pada tahun 2019 sebelum akhirnya pensiun pada bulan November di tahun yang sama.

Exit mobile version